Prospek, Tips dan Analisa Usaha Budidaya Ikan Gurame


Mhailviduka.com - Jika saat ini anda sedang mencari peluang usaha bidang perikanan, maka tidak ada salahnya jika anda melirik usaha budidaya ikan gurami. Gurami atau Gurame merupakan salah satu jenis ikan jenis ikan yang banyak dicari dan digemari oleh masyarakat.

Prospek budidaya ikan gurami

Potensi Usaha Budidaya Ikan Gurami Sebagai Usaha Rumahan Yang Cukup Menjanjikan


Tekstur daging yang padat, dengan rasa yang gurih serta duri yang besar sehingga memudahkan proses makan menjadi daya tarik tersendiri mengapa ikan air tawar yang satu ini kerap dicari sebagai lauk dalam sajian makanan.
Sehingga Tak sedikit restoran mewah menyuguhkan masakan gurami sebagai menu utama. Bahkan di warung, lesehan atau tempat pemancingan tak luput dari kehadiran gurami.

Dengan trend yang seperti itu maka potensi usaha budidaya ikan gurami pun bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan kerena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Untuk menjalankan usaha ini pun anda bisa menyesuaikan dengan modal yang dimiliki dalam artian peluang usaha ikan gurami dapat terbuka dengan siapapun baik yang memiliki modal besar ataupun mereka yang memiliki modal kecil.

Baca juga : 5 Cara Terbaik Memulai Usaha Rumahan Dengan Modal Kecil

Kelebihan dan Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Gurami


1. Harga jual yang cukup tinggi. Budidaya ikan gurami dengan perawatan dan pemeliharaan yang intensif bisa menjadikan harga jual gurami sangat tinggi di pasaran. Untuk ikan gurami siap konsumsi saat ini berkisar antara 40.000 hingga 50.000 rupiah per kilogram isi 2 ekor ikan gurami. Sementara 1 kilogram isi 3 sampai 4 ikan gurami berkisar antara 40.000 hingga 45.000 rupiah. Lebih menarik lagi, per 1 ikan gurami dengan bobot 2 sampai 5 kilogram harga jualnya bisa mencapai di atas angka tersebut! Sebuah usaha budidaya yang menjanjikan!

2. Daya tahan atau kekebalan tubuh yang kuat dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. Umumnya penyakit atau hama menyerang sangat mudah pada jenis ikan air tawar, namun secara alamiah ikan gurami mempunyai kekebalan tubuh jauh lebih kuat dibanding jenis lainnya. Ada baiknya untuk tetap menjaga kualitas kolam dan pemberian pakan berkualitas baik agar ternak ikan gurami tidak terserang jenis penyakit dan hama.

3. Pakan yang murah dan mudah didapatkan. Ikan gurami adalah jenis ikan air tawar omnivora, atau pemakan segala. Secara alami, makanan ikan gurami adalah fitoplankton, zooplankton, serangga dan tumbuhan lunak. Komposisi pakan ikan gurami yang terbaik adalah yang mengandung 40% protein (tidak boleh kurang dari 25% per bobot ikan gurami). Pakan ikan gurami seperti daun sante, kangking,  daun ubi jayu, dan tanaman air tentu mudah didapatkan di pasaran. Selain itu harganya pun  murah.

4. Permintaan pasar yang tinggi serta pemasaran yang mudah. Ya, semakin berkembangnya gaya hidup sehat pada masyarakat Indonesia, maka konsumsi ikan pun meningkat semakin tinggi. Karena dagingnya yang empuk dan tebal, maka permintaan pasar akan ikan gurami pun meningkat. Inilah yang menjadikan budidaya ikan gurami dilirik.

5. Perawatan yang tergolong mudah. Hanya dengan teratur dan intensif menjaga kadar air, temperatur suhu air, kebersihan kolam, pencegahan dan vaksinasi terhadap penyakit jenis ikan air tawar maka budidaya ikan gurami ini bisa berjalan mulus

Kekurangan dan Tantangan Usaha Budidaya Ikan Gurami


Meskipun ada begitu banyak kelebihan dari menjalankan usaha ikan gurami ini namun tetap saja ada beberapa kendala dan hambatan yang patut untuk dipertimbangkan.

Beberapa kelemahannya adalah sebagai berikut :

1. Budidaya ikan gurami memerlukan masa panen yang cukup lama
Pembudidya ikan gurami setidaknya harus menunggu 10 bulan sampai masa panen. Jika ingin hasil yang lebih maksimal, maka masa tunggu bisa mencapai 1 tahun (12 bulan). Pengusaha budidaya ikan gurami pun harus bersabar demi mendapatkan untung besar. Proses panen ini tergolong lebih lama daripada budidaya ikan jenis air tawar lainnya

2. Potensi terkena penyakit ikan seperti bintik putih, atau penyakit akibat serangan protozoa dan jamur.
Meski mempunyai daya tahan tubuh alami yang kuat, namun jika pemeliharaan dan perawatan ikan gurami – terutama pada air dan kebersihan kolam cenderung rendah, maka ikan gurami lebih mudah terserang penyakit. Sebenarnya sangat jarang adanya penyakit dalam 1 kolam, namun perlu dijadikan pengingat bahwa ikan jenis ini juga bisa terserang penyakit menular. Pemilihan bibit pun harus sangat teliti.

Tips Budidaya Ikan Gurami Untuk Pemula 

Jika anda baru ingin memulai usaha budidaya ikan gurami ini dan memiliki modal kecil maka anda jangan terlalu khawatir. Pemula yang ingin memulai usaha ini tidak dituntut untuk mempunyai lahan luas untuk membuat kolam sebab anda masih bisa membudidayak ikan gurami kolam terpal atau kolam tanah. Membudidayak ikan gurami juga tidak terlalu sulit, namun kebanyakan orang yang gagal dalam usaha budidaya ikan gurami ini lebih banyak disebabkan oleh kelalain dalam hal teknis seperti :

  • Tidak di perhatikan setingan kolam
  • Pemula/pemain baru yang terburu buru akan hasil yang besar tanpa mempertimbangkan resiko
  • Kurang matangnya informasi bagai mana cara budidaya
Oleh karena itu, jika anda merasa belum terlalu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai masalah teknis ini, anda bisa mencari buku bacaan serta informasi-informasi pendukung lainnya untuk menambah pengetahuan dan kesiapan anda sebelum memulai usaha budiaya ikan gurami.

Untuk menambah pengetahian teknis anda mengenai cara budidaya ikan gurami maka beberapa informasi berikut ini mungkin bisa menjadi referensi berharga buat anda

Kunci dari budidaya ikan gurami terletak pada SETTINGAN KOLAM yang anda buat. Buatlah kolam yang sebaik mungkin untuk budidaya ikan gurami anda.

contoh konstruksi kolam terpal budidaya ikan gurami



Hal-hal penting lainnya yang perlu anda perhatikan adalah perawatan kolam ikan gurami. Anda bisa melakukan langkah-langkah ini :
  • Keringkan kolam sebelum kolam di isi air
  • Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur saat penjemuran kolam
  • Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah
Untuk teknik  Pemupukan Lahan Ikan Gurami anda bisa lakukan dengan cara :
  • Jemurlah pupuk kandang yang sudah di fermentasi mengunakan cairan gula dan ragi tape
  • Setelah pupuk di jemur 2 hari masukan ke dalam karung
  • Setelah pupuk di masukan karung lubangi karung mengunakan paku
  • Setelah di lubangi barulah masukan kolam di beri pemberat batu
  • Isi air sampai ketinggian 50cm dan berikan pupuk UREA satu sendok makan kedalam kolam
  • Diamkan air selama 4 hari sebelum di tebar benih
Teknik Persiapan Penebaran Benih Ikan Gurami
  • Siapkan ember untuk perendaman benih ikan sebelum di tebar
  • Isi air ke dalam ember secukupnya ( usahakn air dari kolam yang akan di tebari benih Gurami )
  • Rendamlah benih ikan Guramih selama 15 menit untuk adaptasi dengan air kolam yang baru
Cara Penebaran Benih Ikan Gurami
  • Masukan benih yang sudah di adaptasikan ke dalam kolam
  • Masukan pelan pelan

Analisa Usaha Budidaya Ikan Gurami Dengan Padat Penebaran 20 Ekor/m


Analisa usaha tentu sangat dibutuhkan bagi siapa pun yang baru memulai usaha tanpa terkecuali. Dari analisa usaha meskipun cukup sederhana kita dapat memproyeksikan besaran keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha yang akan kita jalankan. Untuk usaha budiaya ikan gurami analisa usaha yang cukup sederhana dengan padat penebaran 20 ekor/M adalah sebagai berikut :

Modal Yang Diperlukan :

1. Kolam tanah dengan ukuran 8 x 10 x 1 = 80m2
2. Bibit ikan gurami sebanyak 1500 ekor dengan harga @1500/ekor (bibit ukuran silet)
3. Pakan ikan atau pelet sebanyak 25 sak seharga Rp. 250.000/sak (untuk 200 ekor ikan butuh 3 sak pelet)
4. Obat ikan Rp. 500.000

Catatan : Padat tebar 20 ekor/m

Analisa Usaha dan keuntungan usaha ikan gurami

Bibit ikan gurami (ukuran silet ) = 1500 ekor x 1500 = Rp. 2.250.000
Pakan Rp 250.000 x 25 sak = Rp. 6.250.000
Obat-obatan 1 kali panen = Rp 500.000
Total pengeluara = Rp 9.000.000

Potensi keuntungan (SR atau Angka Kematian 15 %)

Masa pemeliharaan 10 bulan ikan gurami sudah bisa mencapai berat 1 kg per ekornya dengan harga Rp 25.000.

Survival rate (15%) = 1500 ekor -(15%x1500) = 1275 ekor, inilah jumlah ikan yang bisa dipanen

Panen = 1275 x Rp 25.000 = Rp 31.875.000

Keuntungan = Panen - Pengeluaran = Rp 31.875.000 - Rp 9.000.000 = Rp 22.875.000

Hasil perhitungan diatas hanyalah sebagai contoh saja, nilai besaran modal yang diperlukan tentu akan disesuaikan dengan modal yang anda milik. Nilai keuntungan yang diperoleh pun tentu juga berbeda. (baca juga : Tips dan Analisa Usaha Budidaya Lele Sangkuriang Di Kolam Terpal )

Itualh sekilas informasi mengenai tips dan analisa usaha budidaya ikan gurami yang dapat kami sajikan kali ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi berharga bagi anda yang baru atau sedang memulai usaha. Sukses Untuk anda.